Home
TopNews
Metropolitan
Nusantara
Polkum
Ekonomi
Tekno
Sport
Musik & Film
LifeStyle
Redaksi
contac us
Minggu, 25 Juli 2010
Jelang Ramadhan Bulog Jaga Harga Beras
Reporter By : vera
satumenit - Gedung Bulog,Jakarta
Pemerintah melalui Bulog menjamin stok beras nasional dalam kondisi aman hingga awal tahun 2011. Sementara untuk mengantisipasi lonjakan harga barang menjelang bulan Ramadhan, beberapa langkah pun telah disiapkan Bulog.
Hal itu disampaikan Direktur Pelayanan Publik Bulog, Sutono, melalui siaran pers Kamis (22/7) di Jakarta. Menurut Sutono, stok beras yang dikelola Perum Bulog per tanggal 19 Juli 2010 sebanyak 1.741.499 ton. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan beras selama 6,65 bulan atau sampai dengan awal tahun 2011. Jumlah stok beras tersebut, katanya, berasal dari pengadaan dalam negeri yang diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat.
Selain menjamin pasokan beras, Bulog juga akan mengadakan Operasi Pasar (OP) dalam rangka stabilisasi harga terutama menjelang bulan puasa. OP dilaksanakan berdasarkan surat Menteri Perdagangan nomor 975/M-DAG/SD/7/2010 tanggal 15 Juli 2010. Gelar OP diprioritaskan untuk daerah-daerah yang harga berasnya mulai merangkak naik di luar pulau Jawa seperti Papua, NTT dan Maluku.
"OP dilakukan tidak menunggu harga naik sampai 10 persen. Kalau harga sudah cenderung naik, Bulog bisa langsung lakukan OP. Kita lakukan tidak melalui grosir melainkan langsung ke pusat-pusat konsumen seperti pasar tradisional," jelas Sutono.
Lebih lanjut menurut Sutono, saat ini selisih harga beras di tingkat dengan eceran sangat besar. Contohnya, untuk harga beras jenis IR-64 di tingkat grosir Pasar Induk Cipinang (PIC) III, selama Januari-Juli 2010 rata-rata harganya Rp5.293/Kg. Sementara di tingkat eceran, rata-rata Rp6.370/Kg. Artinya terjadi selisih harga Rp1.077/Kg atau harga eceran 20,33 persen di atas harga grosir.
"Diharapkan melalui OP beras langsung ke pedagang eceran dapat menekan perbedaan harga tersebut, sehingga bisa turun Rp400-500/Kg," katanya.
Sutono juga menjelaskan, sebenarnya OP beras pada bulan Juli sangat tidak umum terjadi selama 10 tahun terakhir. Karena, biasanya tiap tahun di bulan Juli masih ada panen. Menurut Bulog, kenaikan harga beras yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh faktor psikologis di luar mekanisme pasar, seperti pengaruh TDL naik, maraknya pemberitaan serangan hama penyakit, serta kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu yang berspekulasi.
CopyRight @ SatuMenit.Com 2010